• 3
  • header
  • 2

..:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMA NEGERI 1 SUKODONO ::.. | Terima Kasih Atas Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMAN 1 SUKODONO

NPSN : 20313031

Jl. Raya Sukodono - Tanon KM.01, Kec. Sukodono, Kab. Sragen, Jawa Tengah


info@sma1sukodono.sch.id

TLP : 0822 4353 0101


          

Banner

Jajak Pendapat

Ekstrakurikuler yang menjadi pilihanku di Sekolah ini adalah ?
Sepakbola/Futsal
Basket
Voli
Teater
Rohis
PMR
Badminton
Tenis
Pecinta Alam
Pramuka
  Lihat

Statistik


Total Hits : 735040
Pengunjung : 168302
Hari ini : 19
Hits hari ini : 38
Member Online : 0
IP : 3.227.2.109
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • iL7C (Alumni)
    2014-01-13 15:08:42

    jejaring sosial khusus Keluarga SMA NEGERI SUKODONO >HEBAT< Tapi sayang belum gabung semua masih sepi>>>>>>>> harus ...
  • iL7C (Alumni)
    2014-01-13 14:50:55

    1|2
  • iL7C (Alumni)
    2014-01-13 14:49:59

    1|1
  • HARTONO SAKTI (Alumni)
    2013-09-26 21:29:00

    assalamu'alaykum teman..

PERBAIKI AKHLAK, SISWA SMAN 1 SUKODONO TERLAMBAT DIHUKUM SHOLAT DHUHA




Jam 07.00 kegiatan belajar mengajar dimulai dengan membaca Al-Quran ( bagi siswa Muslim) selama 15 menit dengan didampingi guru yang mengajar pada jam pertama. Ini merupakan penerapan dari program literasi. Tentunya hal ini dilakukan oleh siswa yang tidak terlambat. Lalu bagaimana dengan siswa yang terlambat? Bagaimana melaksanakan program literasinya? Ya..bagi siswa yang terlambat ada perlakuan lain, yaitu dengan mengerjakan sholat Dhuha kemudian dilanjutkan membaca Al-Quran satu halaman bagi yang sudah bisa membaca, dan membaca Iqro bagi yang belum bisa membaca Al-Quran.


Hal ini bertujuan memberikan hukuman yang bersifat mendidik dan mengarahkan kepada perbaikan akhlaq. Selain itu juga siswa yang terlambat tetap wajib mengikuti program literasi meskipun dia terlambat masuk sekolah


Mungkin kita sering melihat siswa-siswi yang kesiangan lalu mereka dihukum oleh gurunya dengan berlari keliling lapangan upacara, dijemur di bawah sinar matahari, dimarahi + diceramahi guru habis-habisan. itu semua hal yang sudah tidak aneh lagi karena hampir tiap sekolah memakai cara seperti itu. Namun bagaimana dengan Sholat Dhuha ? mungkin jarang ada sekolah yang memakai Shalat Dhuha sebagai "hukuman" bagi pelajar yang terlambat masuk sekolah. Tapi hal tersebut dapat kita lihat di SMA Negeri 1 Sukodono. Di sini siswa yang terlambat dilarang masuk kelas dan disuruh masuk terlebih dahulu ke dalam masjid untuk melaksanakan Sholat Dhuha bagi mereka yang muslim tentunya.


Shalat Dhuha ini sebenarnya tidak bisa kita sebut hanya sebagai "hukuman", tapi bisa juga kita sebut hadiah bagi mereka yang belum mengenal Sholat Dhuha, bukan tidak mungkin seorang siswa yang kesiangan kemudian disuruh Sholat Dhuha dengan keadaan ia terpaksa mengerjakannya, lalu saat ia masuk kelas dan memulai pelajaran ia merasa lebih segar dan lebih mudah menangkap pelajaran daripada hari-hari lain saat ia Sholat Dhuha. Lalu ia sadar bahwa itu disebabkan karena ia telah sholat dhuha, maka ia pun menjadi rajin mengerjakan amalan sunnah tersebut dari yang tadinya cuma terpaksa karena disuruh guru, sekarang Sholat yang ia tunaikan menjadi sebuah kebutuhan baginya.


Inilah keunggulan menggunakan sholat dhuha sebagai "hukuman" bagi siswa yang kesiangan dibanding cara-cara yang lain, mungkin dengan menyuruh siswa yang kesiangan untuk berlari keliling lapang pun efektif untuk membuat jera agar ia tidak datang terlambat lagi, tapi apa nilai plus dari hukuman tersebut selain rasa jera + rasa cape ? Tidak ada !, lain halnya dengan menyuruh siswa sholat dhuha. dengan menyuruh untuk sholat dhuha maka siswa yang terlambat tersebut perlahan akan mulai mengenal sholat dhuha.


"Kesiangan berarti disuruh sholat dhuha = banyak pahala dong, jadi ya kita sering-sering kesiangan aja biar rezekinya banyak, kan jadi rajin sholat dhuha ?" kadang ada saja siswa yang berpikiran seperti itu. Tapi kan kalo mau sholat dhuha juga ga mesti harus kesiangan, kita bisa sholat waktu istirahat. lagi pula disuruh sholat dhuha karena kesiangan juga ada ruginya lah, contohnya ketinggalan pelajaran di kelas yang udah dimulai dari 30 menitan yang lalu. Sholat Dhuha itu bagus tapi kesiangan itu hal yang buruk.


Perlahan tapi pasti, sejak diberlakukan sistem hukuman seperti itu mesjid di SMAN 1 Sukodono ini mulai banyak dimasuki oleh siswa pada jam istirahat sekedar untuk melaksanakan sholat dhuha, tidak sedikit dari mereka yang menjadi rajin sholat dhuha ini berasal dari anak-anak yang rajin kesiangan dan akhirnya kenal dengan yang namanya Sholat Dhuha. Inilah letak keunikkannya, dengan begini semakin banyak lah siswa-siswi yang mengerjakan sholat dhuha.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas